Gaharu hunters trapped by “Big cat”

BANDA ACEH, Indonesia (8July 2013) – Rescuers are searching for five men reportedly trapped in trees by several Sumatran tigers after the angry animals mauled a sixth man to death, police said Monday.Agarwood hunter

Local police chief Lt. Col. Dicky Sondani said a 30-member rescue team had been sent to the protected Mount Leuser National Park in Taming, an Aceh district neighbouring with North Sumatra province.

The men were looking for rare agarwood — used to make incense and perfume — and accidently caught a tiger cub in a trap they were using to catch deer for food.

The incident caused five other tigers in the area to attack the men, Sondani said, citing reports from villagers who received mobile phone messages Thursday from the survivors.

One of the men was mauled to death, while the five others managed to climb into trees, he said.

The rescue team needed three days to reach the rugged terrain area, but they had not located the missing men as of Monday, Sondani said.

“We are worried because they could be weak and fall from the trees due to a lack of food,” Sondani said.

5 lelaki terperangkap atas pokok selama 3 hari

Banda Aceh – Lima lelaki terperangkap di atas pokok sejak tiga hari lalu selepas dikejar oleh beberapa ekor harimau Sumatera.

Agarwood hunter

You bunuh anak saya,kalau u turun, I baham u sampai mati.

Seorang rakan mereka mati dibaham haiwan berkenaan.

Polis berkata, lima harimau masih berada di bawah pokok itu selepas mengejar lelaki berkenaan Khamis lalu.

Kejadian berlaku selepas lelaki itu yang mencari kayu gaharu di Taman Negara Hutan Leuser di puncak Sungai Rengas, Tenggulun, kawasan Aceh Tamiang, membunuh seekor anak harimau secara tidak sengaja.

Konflik antara manusia dengan haiwan semakin menjadi-jadi di Indonesia. Tetapi, dalam kebanyakan kes, ia berakhir dengan padah menimpa haiwan terbabit.

Ketua Polis Tamiang, Dicky Sondani berkata, selain mencari gaharu, lelaki berkenaan turut memasang perangkap untuk menangkap rusa tetapi di luar dugaan yang terjerat malam itu justru seekor anak harimau yang disebut-sebut langsung mati.

Selagi mereka beristirahat, tiba-tiba sekitar pukul 03.00 WIB muncul empat ekor harimau dewasa di lokasi mereka menginap. Diduga induk harimau marah karena anaknya mati. Tanpa pikir panjang, keenam pencari kayu alim itu langsung berlari mencari pohon terdekat untuk dipanjat.Pada saat memanjat pohon di tengah malam buta itulah, salah satu dari mereka, David, terjatuh dan langsung diterkam harimau. “Informasi terakhir, tubuh korban tinggal setengah setelah dimakan oleh empat harimau,” ujar Kapolsek mengutip keterangan datok penghulu (kepala desa).

Menurutnya, 30 orang terdiri daripada polis dan tentera sudah melancarkan gerakan menyelamat mangsa kelmarin selepas dia dan tiga anggotanya terpaksa berpatah balik setelah melihat harimau itu.

Dicky juga berkata, usaha untuk mendapatkan khidmat pawang harimau sehingga semalam masih belum berhasil.

Anggota penyelamat mungkin mengambil masa dua hingga tiga hari untuk tiba di kawasan terbabit. Lebih buruk lagi, mereka juga terpaksa berdepan dengan harimau dan binatang liar lain, termasuk gajah.

Agarwood hunter

Dalam proses pencarian, Basarnas dibantu potensi SAR lainnya yakni Satgas Aceh Tamiang, Satgas SAR Langsa, Satgas SAR Idi, TNI Aceh Tamiang, dan Polsek Simpang Kir

Harimau Sumatera adalah harimau paling kecil di dunia. Hanya 400 hingga 500 ekor dipercayai masih hidup.

“Jika harimau itu masih berada di bawah pokok, kami mungkin terpaksa menembak mereka, paling tidak dengan ubat pelali, untuk menyelamatkan kelima-lima mangsa,” kata Dicky. – Agensi

top

Advertisements
This entry was posted in Agarwood hunter. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s